|
CIAMIS, (PIkiran Rakyat Online).- Nama Bank Jabar Banten diperkirakan bakal segera berubah, menyusul bank milik pemerintah daerah Jawa Barat dan Banten tersebut sudah go publik. Sampai saat ini Bank Jabar Banten merupakan satu-satunya bank pembangunan daerah yang sudah menjadi perusahaan terbuka.
"Saat ini perubahan nama atau brand tersebut masih dalam proses pembahasan. Memang apabila tidak segera disesuaikan nama tersebut terkesan masih bersifat kedaerahan, padahal kenyataannya sudah go publik," tutur Seksi Sentra UKM Wilayah Priangan Timur PT Bank Jabar Banten, Ipin Haripin, Rabu (28/7).
Dia menungkapkan, hal tersebut ketika menjawab wartawan saat Safari Jurnalistik PWI Cabang Jawa Barat bekerja sama dengan Bank Jabar Banten, di Hotel Tyara Ciamis. Hadir dalam kegiatan tersebut Pemimpin Bank Jabar Ciamis Agus Jajat Maksoem, Sekretaris PWI Jabar Uyun Achadiyat, serta sejumlah pengurus PWI Jabar lainnya. Kegiatan tersebut diikuti pengurus PWI Perwakilan Ciamis, Garut dan Tasikmalaya.
Selain di Jawa Barat, tambahnya, Bank Jabar Banten juga telah membuka jaringan kantor di beberapa daerah di luar wilayah tersebut. Di antaranya DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Batam, Balikpapan dan lainnya. "Dengan semakin luasnya jaringan, maka kesan kedaerahannya juga harus dikurangi atau dihapus. Sekali lagi soal nama yang baru, masih dalam proses," tambahnya.
Dia mengungkapkan bahwa Bank Jabar Banten yang telah melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada tanggal 14 Juni 2010, dengan melepas 20 persen sahamnya. Bank tersebut juga masuk dalam daftar 20 bank terbesar di Indonesia.
Berkenaan dengan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM), dia juga mengatakan bahwa Bank Jabar Banten tetap intensif dalam membina usaha tersebut. Dia mengungkapkan bahwa secara nasional terdapat sekitar 50 juta UMKM, tetapi yang baru mendapatkan kredit sekitar 6 juta.
"Dana IPO tersebut digunakan untuk mendukung ekspansi kredit, termasuk di dalamnya adalah UMKM, perluasan jaringan serta pengembangan teknologi infromasi. Yang juga harus diketahui UMKM juga merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kemiskinan maupun pengangguran," tambahnya.
Kredit produktif yang dikucurkan untuk UMKM, kata Ipin, dengan produk unggulan berupa Kredit Mikro Utama. "Bidangnya tidak haya pertanian, tetapi juga industri, jasa dan perdagangan,"
|